Posisi Xabi Alonso di Real Madrid Disorot, CEO Bayer Leverkusen Angkat Bicara

Posisi Xabi Alonso di Real Madrid DisorotPosisi Xabi Alonso di Real Madrid Disorot

Posisi Xabi Alonso di Real Madrid Disorot, CEO Bayer Leverkusen Angkat Bicara

Posisi Xabi Alonso di Real Madrid Disorot

Posisi Xabi Alonso di Real Madrid Disorot  – Tekanan terhadap Xabi Alonso di kursi pelatih Real Madrid datang lebih cepat dari yang diperkirakan. Belum genap setengah musim 2025/2026 berjalan, nama Alonso sudah mulai diseret dalam pusaran kritik, situasi yang turut mendapat perhatian dari mantan klubnya, Bayer Leverkusen.

Awal Manis, Lalu Badai Menghantam Real Madrid

Xabi Alonso sebenarnya mengawali kiprahnya bersama Los Blancos dengan catatan impresif. Dari 11 pertandingan awal LaLiga, Real Madrid sukses mengamankan 10 kemenangan dan sempat nyaman bertengger di puncak klasemen.

Namun, performa tersebut tak bertahan lama. Dalam enam laga berikutnya, Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan. Hasil inkonsisten itu membuat mereka harus rela tergeser oleh Barcelona, yang kini unggul empat poin di puncak klasemen.

Situasi ini memicu kritik publik dan media Spanyol, yang dikenal tidak pernah memberi waktu lama bagi pelatih Real Madrid untuk beradaptasi.

Liga Champions Tak Buruk, Tapi Tetap Jadi Sorotan

Di ajang Liga Champions, performa Real Madrid sejatinya masih tergolong aman. Tim ibu kota Spanyol itu berada di peringkat ketujuh klasemen fase liga dengan koleksi 12 poin dari enam pertandingan, posisi yang masih masuk zona lolos langsung ke babak 16 besar.

 

Baca Juga : Imbang 4-4 Kontra Bournemouth, Manchester United Dipuji Tampil Mirip Era Sir Alex Ferguson

 

Meski demikian, dua kekalahan dari Liverpool dan Manchester City tetap menjadi bahan kritik tajam. Kekalahan dari dua raksasa Eropa itu dinilai sebagai indikator bahwa Madrid belum sepenuhnya stabil di bawah arahan Alonso.

Isu Ruang Ganti Ikut Memanaskan Situasi

Selain hasil di lapangan, Alonso juga diterpa isu internal. Sejumlah laporan media Spanyol menyebut adanya keraguan di ruang ganti terkait pendekatan taktik sang pelatih, terutama dalam mengelola pemain bintang seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham.

Isu tersebut telah berulang kali dibantah oleh Alonso maupun para pemain. Namun, di Real Madrid, rumor semacam ini kerap berkembang lebih cepat daripada klarifikasi resmi.

Fernando Carro Kritik Cara Madrid Menangani Tekanan

Situasi sulit yang dihadapi Alonso rupanya tak luput dari perhatian Fernando Carro, CEO Bayer Leverkusen, klub yang pernah dibesarkan Alonso selama tiga musim sebelum hijrah ke Santiago Bernabéu.

“Kami tahu Xabi adalah pelatih dengan bakat luar biasa, tetapi dia menghadapi konteks yang sangat berbeda di Madrid,” ujar Carro, dikutip dari Marca.

Carro menilai lingkungan kerja di Madrid jauh lebih kompleks dibandingkan Leverkusen, terutama dalam hal dukungan struktural terhadap pelatih.

“Jika presiden menyiratkan bahwa pelatih bermasalah, jika pelatih dibiarkan berjuang sendirian dan selalu menjadi pihak yang menerima kritik, maka situasinya sangat berbeda dengan yang dia alami di Leverkusen. Di sini, kami bekerja bersama dan tidak membiarkan pelatih terisolasi secara politik,” jelasnya.

Tekanan Khas Real Madrid

Pernyataan Carro mencerminkan realitas yang sudah lama dikenal: Real Madrid adalah klub dengan ekspektasi ekstrem. Sejarah panjang dan tradisi kemenangan membuat kesabaran menjadi barang langka, bahkan bagi pelatih dengan reputasi sekelas Xabi Alonso.

Di Leverkusen, Alonso dikenal sebagai arsitek tim yang diberi waktu, kepercayaan, dan dukungan penuh dari manajemen. Model tersebut kontras dengan kultur Madrid, di mana hasil instan sering kali menjadi tolok ukur utama.

Masa Depan Alonso Masih Terbuka

Meski tekanan terus meningkat, posisi Xabi Alonso sejatinya belum sepenuhnya terancam. Dengan sisa musim yang masih panjang di LaLiga dan Liga Champions, peluang untuk membalikkan situasi tetap terbuka.

Namun satu hal jelas, setiap hasil negatif berikutnya akan memperbesar sorotan. Di Real Madrid, waktu bukanlah kemewahan, dan Alonso kini dituntut membuktikan bahwa ia bukan sekadar pelatih berbakat, tetapi juga sosok yang mampu bertahan di tengah badai Bernabéu.

Beritabola

Penulis Profesional dan SEO Specialist Untuk beritabolabaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version