Manchester City Ditahan Chelsea 1-1 di Etihad, Rodri: “Frustrasi, Kami Harusnya Menang 3-0”

Manchester City Ditahan Chelsea 1-1 di EtihadManchester City Ditahan Chelsea 1-1 di Etihad
Jakarta – Manchester City harus menelan rasa kecewa setelah gagal mengamankan tiga poin saat menjamu
Chelsea di Etihad Stadium, Senin (5/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan yang sempat terasa “tinggal tunggu peluit” mendadak lenyap, dan Rodri terang-terangan mengakui
hasil ini sangat membuat frustrasi.Pertandingan Manchester City vs Chelsea berakhir 1-1.
Pasukan Pep Guardiola unggul lebih dulu lewat gol Tijjani Reijnders di babak pertama,
namun Enzo Fernandez mencuri gol telat yang memaksa City berbagi angka.

City Unggul Duluan, Tapi Gagal “Mengunci” Pertandingan

Manchester City sebenarnya memulai laga dengan ritme yang meyakinkan. Mereka memimpin 1-0 setelah Reijnders
memecah kebuntuan sebelum turun minum.
Dalam konteks perebutan papan atas Premier League, gol cepat semestinya jadi fondasi untuk mengontrol tempo dan mematikan
kebangkitan lawan.

 

Baca Juga : Benjamin Sesko Mandek Gol di MU, Ruben Amorim: “Cukup Satu Gol untuk Bangun Momentum”

 

Masalahnya muncul selepas jeda. City punya kesempatan untuk “membunuh” pertandingan, tetapi penyelesaian akhir tidak setajam biasanya.
Serangkaian peluang terbuang membuat Chelsea tetap hidup sampai menit-menit terakhir.
Dan dalam sepak bola, memberi lawan harapan itu seperti mengundang masalah sendiri.

Gol Telat Enzo Fernandez: Chelsea Curi Poin di Detik Akhir

Saat City masih sibuk menyesali peluang yang tidak menjadi gol, Chelsea justru menemukan momen emasnya.
Enzo Fernandez mencetak gol penyeimbang di pengujung laga, membuat papan skor berubah menjadi 1-1.
Etihad yang semula siap merayakan kemenangan, langsung berubah jadi arena keluhan kolektif.

Rodri menegaskan City menciptakan cukup banyak peluang untuk menang dengan skor 3-0 atau 4-0, tetapi itulah sepak bola.
Ia menyebut hasil ini frustrasi dan menekankan City harus belajar serta segera fokus ke pertandingan berikutnya.

Rodri Soroti Efektivitas: “Harusnya Bisa 3-0”

Komentar Rodri mengarah ke masalah yang sangat jelas: efektivitas.
Di level papan atas, terutama saat melawan tim besar seperti Chelsea, satu kelengahan di akhir pertandingan bisa menghapus kerja keras 80 menit sebelumnya.
City boleh dominan, boleh menciptakan peluang, tapi pada akhirnya yang dihitung tetap gol dan poin.

Ini juga menjelaskan kenapa Rodri terdengar kesal. Bagi pemain sekelas dia, hasil imbang terasa seperti kehilangan, bukan “poin tambahan”.
Apalagi ketika mereka merasa punya kendali dan peluang menang telak.

Persaingan Gelar Makin Ketat: City Tertahan, Arsenal Menjauh

Hasil ini membuat misi Manchester City untuk mengejar Arsenal semakin berat.
City kini mencatat dua kali imbang beruntun dan berada di posisi kedua dengan 42 poin,
tertinggal enam angka dari Arsenal yang memimpin klasemen.

  • Skor akhir: Manchester City 1-1 Chelsea
  • Pencetak gol City: Tijjani Reijnders
  • Pencetak gol Chelsea: Enzo Fernandez
  • Posisi City: Peringkat 2 (42 poin)
  • Selisih ke Arsenal: 6 poin

Dalam perburuan gelar, “harusnya menang” tidak ada nilainya jika tidak jadi tiga poin. City tahu itu, dan Rodri mengatakannya tanpa basa-basi.

Bagi Guardiola, laga seperti ini biasanya jadi alarm.
Bukan karena permainan City buruk, tapi karena mereka gagal menutup pertandingan ketika sudah unggul.
Jika masalah ini terulang, selisih dengan Arsenal bukan hanya sulit dikejar, tapi bisa semakin melebar.

Beritabola

Penulis Profesional dan SEO Specialist Untuk beritabolabaru.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version