Liam Rosenior Optimistis Skuad Muda Chelsea Bisa Meniru “Class of 92” Manchester United
Liam Rosenior Optimistis Skuad Muda Chelsea – Manajer baru Chelsea, Liam Rosenior, percaya proyek skuad muda di Stamford Bridge punya potensi besar.
Ia bahkan menyebut timnya bisa berkembang seperti “Class of 92” Manchester United, generasi akademi yang menjadi fondasi era emas
Sir Alex Ferguson.
Rosenior Resmi Menangani Chelsea, Siap Debut di Piala FA
Chelsea baru saja menunjuk Liam Rosenior sebagai manajer anyar setelah klub mengakhiri kerja sama dengan
Enzo Maresca. Pelatih asal Inggris itu dijadwalkan menjalani debutnya memimpin The Blues saat menghadapi
Charlton Athletic di Ronde Ketiga Piala FA akhir pekan ini.
Baca Juga : Niclas Füllkrug Cepat Nyetel di AC Milan: “Saya Langsung Merasa Nyaman”
ia berstatus pelatih RC Strasbourg, klub yang berada dalam grup kepemilikan yang sama dengan Chelsea, yakni
BlueCo. Di Inggris, Rosenior juga pernah menangani Hull City di kasta kedua.
Chelsea Muda, Energi Besar, Tapi Minim Pengalaman
Rosenior mewarisi skuad Chelsea yang sangat muda. Bahkan, pemain tertua dalam tim saat ini disebut adalah
Tosin Adarabioyo dengan usia 28 tahun. Kondisi ini sebelumnya sempat menjadi catatan
dari Maresca, yang pernah menilai skuad Chelsea kekurangan pengalaman untuk melewati fase-fase krusial musim.
Namun Rosenior memilih melihatnya sebagai peluang. Menurutnya, skuad muda bisa menjadi kekuatan jika diberi kepercayaan,
struktur permainan yang jelas, dan ruang untuk berkembang secara konsisten.
Target Rosenior: Chelsea Bisa Punya “Generasi Emas” Seperti Class of 92
Rosenior mencontohkan bagaimana Manchester United di era Sir Alex Ferguson pernah berani
mengandalkan pemain muda jebolan akademi yang kemudian dikenal sebagai Class of 92.
Nama-nama seperti David Beckham, Paul Scholes, Gary Neville,
Phil Neville, Nicky Butt, dan Ryan Giggs menjadi simbol keberanian klub
membangun fondasi jangka panjang, hingga akhirnya mengoleksi banyak trofi.
“Orang-orang akan menuduh saya seperti ini, tetapi saya dulunya penggemar Manchester United dan sekarang saya adalah penggemar berat Chelsea.
Saya ingat Sir Alex Ferguson cukup berani untuk memasukkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 dan 21 tahun ke dalam timnya,
dalam tim yang memenangkan gelar, karena dia percaya pada mereka.”
“Yang mereka lakukan adalah mereka berkembang dan memenangkan trofi demi trofi. Itu adalah periode yang luar biasa dalam sejarah klub tersebut.
Tanpa keberanian itu, hal itu tidak akan terjadi.”
Tantangan Chelsea: Konsistensi dan Tekanan di Level Atas
Membentuk skuad muda jadi tim juara bukan pekerjaan instan. Premier League dan kompetisi domestik Inggris menuntut konsistensi,
mentalitas, serta kedalaman taktik. Rosenior kini ditantang untuk membangun keseimbangan antara energi pemain muda,
disiplin organisasi permainan, dan keberanian mengambil keputusan dalam situasi sulit.
Laga melawan Charlton Athletic di Piala FA akan menjadi panggung awal untuk melihat arah Chelsea di era Rosenior:
apakah benar proyek skuad muda ini bisa naik level, atau justru masih butuh waktu lebih panjang untuk matang.
