Yann Bisseck Sebut Inter Milan Kurang Beruntung Usai Tersingkir dari Bodo/Glimt di Liga Champions

Yann Bisseck Sebut Inter Milan Kurang Beruntung – Inter Milan harus mengakhiri langkahnya di Liga Champions setelah kalah 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua playoff. Hasil tersebut membuat Nerazzurri tersingkir dengan agregat 2-5, meski tampil agresif sepanjang pertandingan dan berusaha keras untuk membalikkan keadaan.
Bek Inter, Yann Bisseck, menilai timnya tampil dengan semangat tinggi, tetapi kurang beruntung dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, Inter sudah mengerahkan segala cara untuk comeback, namun peluang-peluang yang diciptakan tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan.
Inter Milan vs Bodo/Glimt: Start Buruk dan Upaya Comeback yang Gagal
Dalam laga playoff leg kedua Liga Champions yang digelar pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Inter memulai pertandingan dengan buruk. Tim asuhan Cristian Chivu kebobolan dua gol lebih dulu melalui Jens Hauge dan Hakon Evjen.
Inter sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Alessandro Bastoni, tetapi skor 1-2 bertahan hingga akhir laga. Kekalahan ini memastikan Inter gagal melanjutkan langkah di kompetisi Eropa musim ini.
Statistik Inter Dominan, Hasil Tetap Tidak Berpihak
Secara permainan, Inter Milan sebenarnya tampil sangat menekan. Nerazzurri mencatatkan 30 percobaan dengan 7 tembakan tepat sasaran, serta menciptakan dua peluang bersih yang gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Di sisi lain, Bodo/Glimt tampil jauh lebih efisien. Wakil Norwegia itu hanya membuat 7 percobaan dengan 5 tembakan mengarah ke gawang, tetapi mampu menciptakan tiga peluang bersih yang berujung hasil lebih efektif.
Perbandingan statistik ini memperlihatkan bahwa Inter unggul dalam intensitas serangan, namun kalah dalam efisiensi dan ketenangan di momen-momen krusial.
Yann Bisseck: “Bolanya Tak Mau Masuk ke Gawang”
Usai pertandingan, Yann Bisseck mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraih Inter Milan. Ia menilai timnya kurang beruntung karena banyak peluang yang tidak berhasil menjadi gol, meski para pemain sudah berjuang sampai akhir.
“Kami kurang beruntung; bolanya tak mau masuk ke gawang. Mereka melakukan apa yang harus mereka lakukan, dan aku hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka.”
Bisseck juga menegaskan bahwa meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya yang terus mencoba membalikkan keadaan hingga peluit akhir dibunyikan.
“Aku tidak puas, tapi aku mengucapkan selamat kepada timku. Kami sudah mengupayakan segala cara untuk membalikkan keadaan, tapi kami tidak sukses. Kami terus berusaha bertahan di dalam permainan sampai akhir.”
Inter Fokus ke Dua Kompetisi yang Masih Tersisa
Meski tersingkir dari Liga Champions, Bisseck menegaskan bahwa Inter Milan harus segera bangkit. Ia mengingatkan bahwa tim masih memiliki dua kompetisi lain yang bisa diperjuangkan, dan Nerazzurri akan melakukan segalanya untuk meraih gelar.
Baca Juga : Javier Castrilli Kecam Sikap Vinicius Junior, Soroti Kontroversi Benfica vs Real Madrid
“Memang ada kekecewaan, tapi besok adalah sebuah hari yang lain. Kami toh masih punya dua kompetisi, yang ingin kami juarai dan kami akan melakukan segalanya untuk mencapainya,” ujar Bisseck.
Pernyataan ini mencerminkan fokus Inter untuk tidak larut dalam hasil buruk, terutama di tengah musim yang masih menyisakan target penting di kompetisi domestik.
Analisis Singkat: Agresif Saja Tidak Cukup untuk Lolos
Laga ini menjadi contoh bahwa dominasi jumlah peluang tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Inter Milan tampil agresif dan menciptakan banyak tembakan, tetapi Bodo/Glimt menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam memanfaatkan peluang yang tersedia.
Dari sudut pandang performa, Inter tetap menunjukkan mentalitas untuk melawan hingga akhir. Namun, kegagalan memaksimalkan peluang bersih serta start yang buruk menjadi faktor utama yang membuat upaya comeback mereka tidak berhasil.
Kesimpulan
Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-2 dari Bodo/Glimt dan kalah agregat 2-5. Meski tampil menyerang dan menciptakan banyak peluang, Nerazzurri gagal mengonversinya menjadi gol yang dibutuhkan untuk comeback.
Yann Bisseck menilai Inter kurang beruntung, namun tetap memberi apresiasi pada perjuangan tim. Kini, fokus Inter beralih ke dua kompetisi lain yang masih berpeluang memberi trofi di sisa musim.
