Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey: Kalah 2-3 dari Albacete

Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey – Real Madrid kembali menelan pukulan di awal 2026. Los Blancos didepak Albacete, tim divisi dua Spanyol, usai kalah 2-3 pada babak 16 besar Copa del Rey.
Pelatih Alvaro Arbeloa menyebut hasil seperti ini “lebih dari tragedi” untuk standar Madrid.
Jalannya Pertandingan: Madrid Sempat Selamat, Lalu Tumbang di Injury Time
Real Madrid bertandang ke markas Albacete pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB dengan target jelas: lolos tanpa drama.
Kenyataannya, justru drama yang datang bertubi-tubi.
Madrid tertinggal lebih dulu pada menit ke-42 lewat gol Javi Villar yang membuat tuan rumah unggul 1-0.
Namun sebelum turun minum, Franco Mastantuono menyamakan skor menjadi 1-1 dan memberi sinyal Madrid siap mengambil alih laga.
Di babak kedua, momentum kembali bergeser. Jefte Betancor mencetak gol pada menit ke-82 dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Albacete.
Madrid terlihat akan menyerah, tapi Gonzalo Torres membuat Los Blancos “hidup lagi” lewat gol di injury time: 2-2.
Baca Juga : Senegal ke Final Piala Afrika 2025, Sadio Mane Kembali Patahkan Harapan Mesir
Betancor kembali menghukum Madrid dengan gol keduanya di injury time. Skor akhir 3-2, dan Real Madrid resmi tersingkir dari Copa del Rey.
Arbeloa: “Di Madrid, Hasil Imbang Saja Sudah Tragedi”
Seusai laga, Alvaro Arbeloa tidak bersembunyi di balik alasan. Ia menegaskan standar di Real Madrid selalu ekstrem:
kemenangan adalah kewajiban, sementara hasil selain itu dianggap kegagalan.
“Di klub ini, hasil imbang selalu buruk, sebuah tragedi. Ini menyakitkan, dan saya yakin semua fans kami juga merasakan sakit hati,” ujar Arbeloa.
Ia juga menegaskan bertanggung jawab penuh atas keputusan tim, termasuk susunan pemain dan pergantian.
Arbeloa menutup pernyataannya dengan menekankan fokus berikutnya: tim harus segera pulih karena jadwal tidak menunggu.
“Sekarang saatnya memulihkan diri untuk hari Sabtu,” ucapnya.
Tekanan Makin Tebal Setelah Musim Ini Penuh Pukulan
Kekalahan dari Albacete memperpanjang rangkaian hasil yang membuat suasana di sekitar Real Madrid memanas.
Mereka baru saja gagal di final Piala Super Spanyol, yang kemudian berujung pada berakhirnya era Xabi Alonso sebagai pelatih.
Tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua bukan sekadar “hasil buruk”.
Bagi klub sebesar Real Madrid, ini adalah alarm keras tentang konsistensi, mental bertanding, dan kemampuan mengunci laga saat momen krusial datang.
