Jadwal Playoff Knockout Liga Champions 2026 Leg Pertama (18–19 Februari WIB): Real Madrid, PSG, Juventus Berebut Tiket 16 Besar

Jadwal Playoff Knockout Liga Champions 2026 Leg Pertama – Liga Champions memasuki fase krusial. Babak playoff knockout leg pertama akan digelar pada 18–19 Februari 2026 dini hari WIB, dengan delapan laga yang menentukan langkah menuju babak 16 besar. Sejumlah nama besar seperti Real Madrid, Paris Saint-Germain (PSG), hingga Juventus langsung dihadapkan pada duel ketat yang nyaris tanpa ruang kesalahan.
Dengan format dua leg, hasil leg pertama sangat menentukan. Tim yang mampu mencuri momentum sejak awal biasanya punya keuntungan psikologis dan taktis saat memasuki leg kedua.
Apa Itu Playoff Knockout Liga Champions?
Fase playoff knockout menjadi jalur “ujian tambahan” bagi tim-tim yang tidak finis di delapan besar fase liga. Mereka harus melewati dua pertandingan (kandang-tandang) untuk mengamankan tiket ke fase gugur utama (16 besar).
Baca Juga : Jornada 24 LaLiga Belum Rampung: Barcelona Punya Peluang Kudeta Real Madrid, Ini Jadwal Sisa & Klasemen Terkini
Jadwal Lengkap Playoff Knockout Liga Champions Leg Pertama (WIB)
Selasa, 18 Februari 2026 (Dini Hari WIB)
| Kick-off (WIB) | Pertandingan | Catatan Singkat |
|---|---|---|
| 00.45 | Galatasaray vs Juventus | Laga pembuka yang berpotensi panas: atmosfer tuan rumah vs pengalaman Juventus di Eropa. |
| 03.00 | AS Monaco vs Paris Saint-Germain | Duel sesama wakil Prancis, biasanya penuh adu taktik dan tensi tinggi. |
| 03.00 | Benfica vs Real Madrid | Salah satu big match: Madrid wajib solid di kandang lawan untuk menjaga jalur ke 16 besar. |
| 03.00 | Borussia Dortmund vs Atalanta | Uji karakter: Dortmund yang agresif menghadapi Atalanta yang dikenal intens dan direct. |
Rabu, 19 Februari 2026 (Dini Hari WIB)
| Kick-off (WIB) | Pertandingan | Catatan Singkat |
|---|---|---|
| 00.45 | Qarabag FK vs Newcastle United | Newcastle diuji di laga tandang yang bisa menguras energi dan konsentrasi. |
| 03.00 | Bodo/Glimt vs Inter | Inter harus siap menghadapi tantangan laga tandang dengan karakter permainan berbeda. |
| 03.00 | Club Brugge vs Atletico Madrid | Atletico biasanya mengandalkan kontrol momen: disiplin, pragmatis, dan tajam saat peluang datang. |
| 03.00 | Olympiacos vs Bayer Leverkusen | Leverkusen dituntut stabil: satu gol tandang bisa mengubah arah duel dua leg. |
Catatan: Jadwal di atas menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB) dan merangkum pertandingan leg pertama babak playoff knockout.
Sorotan Utama: Laga-Laga yang Paling Dinanti
Benfica vs Real Madrid: Ujian Ketegasan Los Blancos
Partai ini langsung mencuri perhatian karena mempertemukan tim dengan tradisi Eropa kuat. Real Madrid dituntut tampil rapi sejak menit awal: menjaga struktur bertahan, meminimalkan kesalahan, dan memaksimalkan momen di area berbahaya. Dalam duel dua leg, hasil di kandang lawan sering menjadi fondasi untuk mengunci kelolosan.
AS Monaco vs PSG: Derbi Prancis yang Tidak Pernah Ramah
Laga sesama wakil Prancis biasanya tidak sekadar soal kualitas pemain, tapi juga soal gengsi. Monaco berpotensi mengincar intensitas dan transisi cepat, sementara PSG biasanya dituntut sabar untuk membongkar pertahanan dan tidak terpancing ritme lawan.
Galatasaray vs Juventus: Atmosfer Kandang vs Mental Eropa
Galatasaray dikenal punya dukungan stadion yang bisa memompa energi tim. Juventus, di sisi lain, punya pengalaman panjang di kompetisi Eropa. Kuncinya ada pada manajemen tekanan: siapa yang lebih tenang saat pertandingan memanas.
Club Brugge vs Atletico Madrid: Pertarungan Detail Kecil
Laga seperti ini sering ditentukan hal-hal kecil: set-piece, keputusan duel satu lawan satu, dan disiplin posisi. Atletico biasanya nyaman memainkan duel dengan tempo yang mereka pilih, dan itu bisa jadi tantangan besar bagi tuan rumah.
Kenapa Leg Pertama Sangat Penting?
- Membangun agregat: Tim yang unggul di leg pertama punya ruang taktis lebih luas di leg kedua.
- Menjaga psikologi tim: Hasil positif membuat tim lebih percaya diri saat memasuki laga penentuan.
- Menghindari skenario darurat: Tertinggal lebih dulu memaksa tim bermain lebih terbuka di leg kedua, yang berisiko.
Singkatnya: di fase ini, satu momen bisa jadi pembeda antara lanjut ke 16 besar atau tersingkir lebih cepat.
