Frank Lampard Picu Keributan Usai Laga Southampton vs Coventry

Beritabolabaru.com – Laga antara Southampton vs Coventry City di lanjutan Championship Inggris 2025 berakhir ricuh setelah Frank Lampard, pelatih Coventry, melakukan selebrasi provokatif yang memicu ketegangan antar pemain di lapangan.
Hasil Pertandingan: Southampton 1-1 Coventry City
Pertandingan yang digelar di St Mary’s Stadium, Sabtu (20/12/2025) malam WIB itu berakhir imbang 1-1. Coventry tampil cukup solid meskipun bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-47 akibat kartu merah yang diterima Jay Dasilva.
Southampton sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat di babak pertama, namun Coventry membalas di paruh kedua. Hasil imbang ini sangat disyukuri Lampard mengingat kondisi timnya yang harus bermain setengah babak dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Gestur Lampard dan Keributan di Lapangan
Ketegangan dimulai saat Frank Lampard melakukan selebrasi penuh emosi usai peluit panjang berbunyi. Ia berjalan ke arah tribun fans Southampton dan mengacungkan kepalan tangan serta jempol dengan gestur sarkastik.
Selebrasi itu langsung memicu reaksi dari striker Southampton, Leo Scienza, yang menghampiri Lampard dan melayangkan protes. Beberapa pemain Southampton lainnya juga bergerak mendekat sebelum dicegah oleh staf dan pemain Coventry City.
Baca Juga : Isak Cetak Gol ke Gawang Tottenham, Malah Cedera dan Ditandu Keluar
Lampard: “Saya Memang Emosional”
Usai laga, Lampard memberikan penjelasan soal selebrasinya. Ia mengakui bahwa dirinya terbawa emosi karena mendapat ejekan dari pendukung Southampton selama pertandingan berlangsung.
“Saya mungkin terlalu emosional. Fans telah mengejek saya selama 10 menit terakhir, menyebut saya lebih buruk dari Steven Gerrard. Saya turun ke lapangan untuk membalasnya,” ungkap Lampard seperti dikutip dari The Independent.
“Itu memang tidak pantas, tapi saya tidak akan bisa bertahan lama sebagai pelatih jika tidak punya emosi saat bertanding,” tambahnya.
Posisi Klasemen Terbaru: Coventry Masih Perkasa
Meski hanya meraih satu poin, Coventry City tetap kokoh di puncak klasemen Championship 2025 dengan raihan 48 poin. Penampilan mereka di bawah asuhan Lampard terbilang konsisten meski diselimuti beberapa kontroversi musim ini.
Sementara itu, Southampton berada di posisi ke-11 dengan 31 poin dan harus segera bangkit jika ingin bersaing di zona playoff promosi. Hasil imbang ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka menjadi tiga laga beruntun.
Analisis: Lampard dan Gaya Kepemimpinan Berapi-api
Frank Lampard dikenal sebagai sosok dengan gaya kepemimpinan yang penuh gairah. Kariernya sebagai manajer tidak pernah jauh dari sorotan, baik saat menangani Derby County, Chelsea, Everton, maupun sekarang bersama Coventry City.
Namun, selebrasi provokatif seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang etika di lapangan dan peran pelatih sebagai panutan. Meski Lampard menyebut aksinya sebagai bentuk pertahanan diri terhadap ejekan fans, insiden ini bisa memperkeruh citra dirinya di mata publik netral.
FA Inggris pun dikabarkan tengah meninjau insiden tersebut untuk menentukan apakah perlu ada tindakan disipliner terhadap Lampard atau pihak lainnya.
Respons Netizen: Lampard Dibela dan Dikritik
Di media sosial, perdebatan soal aksi Lampard menjadi trending. Fans Coventry banyak yang membela sang pelatih dengan menyebut bahwa ia hanya membela diri. Namun, pendukung Southampton menilai selebrasi tersebut tidak profesional dan provokatif.
Tagar seperti #Lampard, #Southampton, dan #CoventryCity ramai diperbincangkan, menandakan betapa besarnya perhatian publik terhadap laga ini, bukan hanya dari segi teknis pertandingan tapi juga dari sisi emosional dan psikologis.
