Benjamin Sesko Mandek Gol di MU, Ruben Amorim: “Cukup Satu Gol untuk Bangun Momentum”

Benjamin Sesko Mandek Gol di MU – Striker Manchester United Benjamin Sesko kembali gagal mencetak gol saat MU ditahan Leeds United 1-1 di Elland Road.
Ruben Amorim mengakui Sesko menyia-nyiakan peluang, tetapi menilai sang penyerang hanya butuh satu gol untuk mengembalikan kepercayaan diri dan memulai momentum.
Striker Manchester United itu belum juga memutus puasa golnya, setelah MU hanya bermain imbang 1-1
melawan Leeds United di Elland Road, Minggu (4/1/2026).Sesko tampil penuh selama 90 menit, tetapi sorotan mengarah pada dua peluang bersih yang gagal ia konversi.
Di laga seperti ini, satu finishing klinis bisa mengubah narasi, mengamankan tiga poin, dan menghentikan ribut-ribut yang selalu mengiringi striker yang “mandek”.
Namun yang terjadi justru sebaliknya: puasa gol berlanjut, kritik makin nyaring.
Dua Peluang Emas Terbuang, Puasa Gol Makin Panjang
Sepanjang pertandingan di Elland Road, Sesko tercatat punya tiga percobaan, dengan dua di antaranya masuk kategori peluang emas.
Gagalnya peluang-peluang itu membuat penyerang Timnas Slovenia tersebut kini sudah melalui periode sulit:
sembilan pertandingan beruntun tanpa gol.
Baca Juga : Manchester City Ditahan Chelsea 1-1 di Etihad, Rodri: “Frustrasi, Kami Harusnya Menang 3-0”
Apalagi harga dan ekspektasinya besar sejak MU menggaet Sesko dari RB Leipzig pada bursa transfer musim panas,
dalam kesepakatan yang dilaporkan mencapai 85 juta euro.
- Pemain: Benjamin Sesko
- Usia: 22 tahun
- Klub: Manchester United
- Didatangkan dari: RB Leipzig
- Catatan di Liga Inggris: 2 gol, 1 assist (16 penampilan)
- Puasa gol: 9 laga beruntun
Angka tidak selalu menceritakan semuanya, tapi untuk striker MU, angka adalah mata uang utama. Dan saat angkanya kecil, tekanannya brutal.
Dibandingkan dengan Rasmus Hojlund, Sesko Kena Imbas Narasi
Puasa gol Sesko juga memunculkan perbandingan yang agak kejam tapi lazim terjadi: nama Rasmus Hojlund kembali diseret.
Hojlund disebut tampil lebih hidup setelah dipinjamkan ke Napoli, sehingga sebagian fans mulai bertanya:
“kenapa di MU selalu macet, tapi di tempat lain bisa meledak?”
Perbandingan ini sebenarnya tidak sepenuhnya adil, karena tipe penyerang bisa berbeda dan konteks tim juga tidak sama.
Tapi sepak bola modern tidak menunggu “penjelasan ideal”. Yang dicari publik sederhana: gol, gol, dan gol.
Ruben Amorim: Sesko Sudah Melakukan Hal yang Tepat
Manajer MU Ruben Amorim tidak menutupi kekecewaan karena Sesko gagal memaksimalkan peluang bersih.
Namun ia juga memasang badan untuk striker mudanya itu.
Amorim menilai Sesko punya karakteristik yang berbeda dari Hojlund dan saat ini justru sedang melakukan hal yang benar.
Amorim menekankan bahwa kritik akan selalu datang ketika striker membuang peluang. Namun menurutnya, fakta bahwa Sesko berada di posisi untuk mendapatkan peluang
adalah langkah pertama yang penting. Ia meyakini Sesko hanya butuh satu gol untuk menghilangkan beban dan menjadi lebih tajam.
Pesan Amorim terdengar sederhana, tapi itu inti psikologi striker: satu gol bisa mengubah segalanya.
Begitu bola pertama masuk, keputusan jadi lebih cepat, gerak jadi lebih ringan, dan rasa panik saat peluang datang perlahan hilang.
Masalahnya, MU tidak punya banyak waktu untuk menunggu proses mental itu terjadi, karena tekanan hasil selalu memaksa semuanya serba cepat.
MU Butuh Gol Sesko, Bukan Sekadar Performa “Bagus di Latihan”
Di klub sebesar Manchester United, striker tidak dinilai dari niat baik atau kerja keras saja.
Sesko bisa pressing, bisa link-up, bisa tarik bek, bisa ikut membangun serangan, tapi tetap saja pertanyaan utamanya:
kapan golnya datang?
Jika Sesko bisa mematahkan puasa gol dalam satu laga berikutnya, momentum yang dimaksud Amorim memang bisa terbentuk.
Namun jika ia kembali mandek, narasinya akan semakin buruk, perbandingannya akan semakin liar, dan tekanan akan makin menumpuk,
bukan hanya pada Sesko, tapi juga pada keputusan transfer MU dan proyek Amorim sendiri.
