Rodri Comeback Guardiola Tersenyum Lagi Meski City Ditahan Sunderland

Rodri Comeback Guardiola Tersenyum Lagi – Manchester City pulang dari Stadium of Light dengan skor 0-0. Tapi Pep Guardiola membawa kabar yang jauh lebih penting:
Rodri akhirnya kembali bermain dan langsung mengubah ritme permainan The Citizens.
Manchester City. Apalagi ketika mereka bertandang ke Stadium of Light,
markas Sunderland, pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB.Namun, pertandingan itu tetap menyisakan satu momen yang membuat Pep Guardiola terlihat jauh lebih lega:
Rodri akhirnya kembali bermain.City memang tidak membawa pulang tiga poin, tetapi ada perubahan jelas begitu babak kedua dimulai.
Guardiola memasukkan Rodri untuk menggantikan Nico Gonzalez.
Pergantian itu terasa seperti menyalakan tombol: aliran bola City menjadi lebih rapi, tempo lebih terjaga,
dan serangan lebih mudah berkembang dari tengah menuju area berbahaya.
Rodri Masuk, Ritme City Langsung Berubah
Rodri bukan pemain yang harus mencetak gol dulu agar terasa pengaruhnya. Perannya ada di inti permainan:
mengatur jarak antarlini, memilih kapan mempercepat serangan, dan kapan menahan bola agar struktur tim tetap rapat.
Saat Sunderland bertahan disiplin, City sempat kesulitan menemukan jalur progresi yang bersih.
Rodri datang membawa solusi sederhana yang sering terlihat “sepele”, tapi krusial: umpan yang tepat, di momen yang tepat.
Baca Juga : Liverpool Ditahan Leeds 0-0 di Anfield, Frimpong Akui Frustrasi
andai peluang itu bisa diselesaikan lebih tajam, termasuk kesempatan yang melibatkan Josko Gvardiol
di depan gawang.
Angka Operan yang Menjelaskan Dampaknya
Dalam 45 menit di lapangan, kontribusi Rodri juga tampak di statistik operan yang tinggi.
58 operan dalam 45 menit
52 operan sukses
2 umpan yang nyaris jadi peluang emas
Build-up City lebih lancar dan hidup
Guardiola: “Dia Membuktikan yang Terbaik di Posisinya”
Guardiola tidak menahan pujian. Ia menilai Rodri mengubah permainan dan, dalam waktu singkat itu,
menunjukkan mengapa ia dianggap yang terbaik di posisinya. Di dalam sistem Guardiola, gelandang jangkar bukan sekadar pemutus serangan.
Ia adalah fondasi dari semuanya: jalur build-up, kontrol tempo, dan cara City menekan balik saat kehilangan bola.
Guardiola menilai Rodri membuat City lebih mudah keluar dari kesulitan saat membangun serangan,
mampu memecah barisan lawan, dan membuat pergerakan tim lebih baik. Ia juga menegaskan City sangat merindukan Rodri
selama periode panjang sang gelandang absen.
Comeback yang Penting di Tengah Riwayat Cedera
Ini menjadi penampilan keenam Rodri di Liga Inggris musim ini.
Ia sempat terganggu cedera pada September dan November, yang membuatnya absen dalam sejumlah pertandingan.
Bagi City, absennya Rodri bukan cuma kehilangan satu pemain inti, tetapi kehilangan “pusat gravitasi” yang membuat sistem berjalan rapi.
Ada alasan lain mengapa Guardiola sangat ingin Rodri tetap bugar: musim lalu Rodri sempat mengalami cedera serius
dan hanya bisa tampil delapan kali dalam semusim. Maka, walaupun hasil di Stadium of Light tidak memuaskan,
kembalinya Rodri tetap terasa seperti kabar besar untuk City.
Jika Rodri bisa menjaga kebugaran dan terus menambah menit bermain, City punya peluang untuk kembali menemukan bentuk terbaiknya.
Karena pada akhirnya, tim sebesar City tidak selalu butuh “keajaiban”. Mereka hanya butuh mesin utamanya bekerja normal lagi.
