Mario Pineida Meninggal Dunia, Real Madrid dan PSG Sampaikan Duka

Mario Pineida Meninggal Dunia – Dunia sepak bola kembali berduka atas kepergian mendadak bek Barcelona SC, Mario Pineida, yang meninggal dunia secara tragis dalam insiden penembakan di Guayaquil, Ekuador. Klub-klub elit Eropa seperti Real Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG), serta badan sepak bola CONMEBOL, turut menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya mantan bek timnas Ekuador tersebut.
Ucapan Belasungkawa dari Klub Elit Eropa: Real Madrid dan PSG
Lewat pernyataan resmi di media sosial, Real Madrid CF menyatakan:
“Real Madrid, presidennya, dan seluruh Dewan Direksi dengan tulus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mario Pineida, pemain @BarcelonaSC. Kami turut berduka cita kepada klub, keluarga, dan semua orang yang mencintainya. Semoga ia beristirahat dengan tenang.”
Paris Saint-Germain (PSG), juara bertahan Liga Champions 2025, juga menyampaikan pesan duka mendalam melalui balasan resmi terhadap unggahan Barcelona SC:
“Dari Paris Saint-Germain, kami dengan tulus mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Mario Pineida. Belasungkawa kami sampaikan kepada @BarcelonaSC, keluarga, dan semua orang terdekatnya.”
Respon dari Dunia Sepak Bola Amerika Selatan: Pernyataan CONMEBOL
Tidak hanya klub-klub Eropa, Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL) juga merespons cepat kabar duka ini:
“CONMEBOL menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Mario Pineida, pemain @BarcelonaSC. Belasungkawa kami tujukan kepada klub, keluarganya, dan rekan-rekan setim. Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya.”
CONMEBOL dikenal sebagai organisasi sepak bola tertinggi di kawasan Amerika Selatan yang menaungi kompetisi seperti Copa Libertadores dan Copa Sudamericana.
Fakta Tragedi: Kronologi Kematian Mario Pineida
Menurut laporan dari Daily Mail dan beberapa media lokal seperti El Universo serta data dari Kementerian Dalam Negeri Ekuador, Pineida tewas tertembak pada Selasa malam waktu setempat, 17 Desember 2025, di Guayaquil, kota dengan tingkat kekerasan tertinggi di Ekuador saat ini.
Baca Juga : Mario Pineida Tewas Ditembak, Sepak Bola Ekuador Berduka
- Pineida tewas di tempat setelah menerima beberapa luka tembak fatal.
- Seorang wanita yang bersamanya juga dilaporkan meninggal dunia.
- Ibu Pineida mengalami luka dan kini tengah dirawat intensif di rumah sakit lokal.
Polisi Ekuador sudah memulai investigasi dan memastikan kasus ini sebagai tindakan kriminal serius. Guayaquil dalam beberapa tahun terakhir menjadi wilayah konflik antarkartel narkoba yang menyebabkan ribuan kematian.
Profil Mario Pineida: Karier Panjang dan Loyalitas terhadap Barcelona SC
Mario Alberto Pineida, lahir pada 6 Juli 1993, dikenal sebagai bek kiri tangguh yang mengawali karier profesional di Independiente del Valle dari tahun 2010 hingga 2015. Performa impresifnya membawanya bergabung dengan klub raksasa Ekuador, Barcelona SC.
Perjalanan Klub:
- Independiente del Valle (2010–2015)
- Barcelona SC (2016–2025)
- Fluminense (pinjaman, 2022)
- El Nacional (pinjaman, 2023)
Karier Internasional:
Pineida membela Tim Nasional Ekuador antara 2015 hingga 2021 dan mencatatkan 9 caps. Ia dikenal memiliki kecepatan dan stamina tinggi serta kontribusi ofensif dari sektor sayap kiri.
Guayaquil: Kota dengan Tingkat Kekerasan Tertinggi di Ekuador
Tragedi yang menimpa Pineida menyoroti kondisi keamanan di Guayaquil. Kota pelabuhan ini kerap disebut dalam laporan internasional sebagai zona merah perdagangan narkoba dan pusat konflik antar geng bersenjata.
Menurut data BBC dan Insight Crime, hingga September 2025, tercatat lebih dari 1.900 kasus pembunuhan terjadi di kota tersebut. Angka ini menjadikan Guayaquil sebagai salah satu kota paling berbahaya di kawasan Amerika Latin.
Kementerian Dalam Negeri Ekuador telah mengumumkan pembentukan unit investigasi khusus untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Pineida, serta menyisir kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kriminal bersenjata lokal.
Reaksi Barcelona SC dan Dunia Sepak Bola Lokal
Barcelona SC, klub yang dibela Pineida selama hampir satu dekade, menjadi yang pertama mengonfirmasi kabar duka tersebut lewat unggahan di akun resmi mereka:
“Kami kehilangan bukan hanya seorang pemain, tapi juga saudara, pemimpin, dan sosok inspiratif di ruang ganti. Mario Pineida akan selalu menjadi bagian dari sejarah kami.”
Pertandingan terakhir Barcelona SC bahkan dibuka dengan mengheningkan cipta selama satu menit sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang bek.
Warisan Mario Pineida: Dicintai Fans, Dikenang Rival
Meski tidak berkarier di Eropa, Mario Pineida adalah contoh profesional sejati di sepak bola Amerika Selatan. Ia dikenal karena loyalitasnya terhadap Barcelona SC, serta dedikasinya di dalam dan luar lapangan.
Beberapa fans bahkan menjulukinya sebagai “Kapten tanpa ban kapten” karena pengaruh besarnya terhadap skuad meski bukan pemegang ban resmi. Media dan penggemar di Ekuador menggelar aksi penghormatan lewat tagar #GraciasMario di media sosial.
Penutup: Dunia Sepak Bola Kembali Kehilangan Sosok Berarti
Kepergian Mario Pineida menambah daftar panjang pemain sepak bola yang menjadi korban kekerasan di luar lapangan. Kejadian ini menjadi refleksi serius bahwa keselamatan para atlet tidak hanya bergantung pada profesionalisme mereka, tetapi juga kondisi sosial di sekeliling mereka.
Dengan ucapan duka yang datang dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Real Madrid, PSG, hingga CONMEBOL, Pineida jelas bukan sekadar bek kiri biasa — ia adalah simbol semangat sepak bola Amerika Selatan yang tak pernah padam.
Selamat jalan, Mario Pineida. Terima kasih atas kontribusimu pada sepak bola. Doa kami menyertaimu.
