Home / Berita Umum / Kekeringan, Warga Belasan Desa di Maros Jalan Kaki 2 Km Cari Air

Kekeringan, Warga Belasan Desa di Maros Jalan Kaki 2 Km Cari Air

Kekeringan, Warga Belasan Desa di Maros Jalan Kaki 2 Km Cari Air – Bencana kekeringan yang menyerang.menimpa di sejumlah lokasi pesisir di Maros, Sulawesi Selatan, semakin luas. Terdaftar, dari empat kecamatan mulai Bontoa, Lau, Maros Baru, serta Marusu, setidaknya ada belasan desa yang alami krisis air bersih mulai sejak musim kemarau ini. Diantaranya Desa Pajukukang di Kecamatan Bontoa.

Tiap-tiap hari masyarakat terpaksa sekali memanfaatkan air empang yang asin untuk kepentingan membasuh piring, bahkan juga untuk mandi. Mereka mengkombinasikan air empang itu dengan air bersih yang mereka beli dari pedagang air atau pemberian air bersih dari beragam organisasi sosial, yang belum juga cukupi kepentingan air bersih mereka.

Untuk dapatkan air yang tidaklah terlalu asin, masyarakat lantas terpaksa sekali berjalan kaki sejauh 2 km. untuk membawa air memanfaatkan ember yang mereka dukung. Untuk masyarakat, kegiatan rutin sesuai itu telah jadi soal yang biasa mereka melakukan sejauh ini, lantaran sumur yang ada dekat dengan rumah mereka kering mulai sejak beberapa waktu saat kemarin.

” Tiap-tiap tahun berikut, ya pengin diapa lagi, kita tdk punyai alternatif lain. Bila memercayakan air bersih yang kita beli atau dari pemberian, itu jelas tdk cukup. Karena itu bila untuk bersihkan piring serta mandi, kita gunakan air empang yang kita campur dengan air tawar, ” kata seseorang masyarakat Desa Pajukukang, Salmia, Selasa (18/9/2018) .

Masyarakat mengharap, musim kemarau ini dapat lekas berlalu biar kekeringan yang mereka alami juga dapat terlewati. Masalahnya cuma satu sumber air bersih yang mereka utamakan hanya air hujan yang mereka tampung.

” Moga-moga hujan lekas turun supaya kami tdk ada masalah lagi dengan air bersih. Kami memang cuma dapat memercayakan air hujan untuk kepentingan air bersih. Karena itu disini hampir tiap-tiap rumah mempunyai bak penampungan untuk air hujan, ” ucapnya.

Diluar itu, masyarakat benar-benar mengharap pemerintah memberi jalan keluar atas kekeringan yang mereka alami tiap-tiap tahun. Tidak cuma beli mobil tangki untuk membawa air, tetapi juga sediakan sumber air bersih yang dapat dijalankan dengan cara penyulingan.

” Kami meyakini pemerintah bisalah memberi jalan keluar terhadap kami ini. Supaya tahun kedepan tidak berikut lagi, ” tuturnya.

Sejauh ini, kepentingan air bersih untuk masyarakat memang cuma dapat di peroleh dengan beli atau tunggu pemberian air bersih. Kadangkala, tiap-tiap ada pemberian air bersih, masyarakat mesti berebutan air lantaran takut tdk kebagian jatah. Baik air yang di jual atau yang diberikan gratis diambil dari Kecamatan Bantimurung, yang jaraknya cukuplah jauh dari tempat kekeringan serta diangkut memanfaatkan mobil tangki 5. 000 liter.

About admin