Jusuf Kalla Mengatakan Aksi Menyerang Balik Aktor Penembakan Diwilayah Papua Bukan Pelanggaran HAM

Agen Casino

Jusuf Kalla Mengatakan Aksi Menyerang Balik Aktor Penembakan Diwilayah Papua Bukan Pelanggaran HAM – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan aksi menyerang balik aktor penembakan di wilayah perselisihan Papua bukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

JK awalnya minta aparat berlaku tegas serta menyerang balik aktor penyanderaan serta penembakan yang mengakibatkan Brigpol Anumerta Hedar meninggal di Papua. Menurut JK tindakan menyerang balik tidak terhitung pelanggaran HAM sebab tanggapan pada serangan yang dilancarkan terlebih dulu oleh faksi lawan.

“Itu bukan pelanggaran HAM, sebab yang melanggar HAM siapa yang duluan. Seringkali orang, ditambah lagi luar negeri memandang semua pelanggaran HAM. Bagaimana (melanggar) HAM jika yang wafat TNI serta polisi terlebih dulu,” tutur JK waktu memperlengkapi beberapa ribu peserta dari Sesko TNI, Sespimti Polri, Seskoad, Seskoal, serta Sespimen Polri, di Kompleks Seskoal, Jakarta, Rabu (14/8).

JK menjelaskan aparat TNI/Polri yang bekerja di Papua sampai kini sudah berusaha jalankan pekerjaan secara baik. Tetapi, menurut dia, bila terserang karena itu aparat tidak bisa cuma diam diri.

“Apa yang berlangsung di Papua saat ini tetap saya sebutkan pemerintah, TNI/Polri tetap lakukan pekerjaan secara baik, tetapi jika terserang pasti tidak dapat pasrah, harus kembali untuk membalas siapa penyerangnya,” tuturnya.

Jika menyentuh faksi yang melanggar HAM, pemerintah Amerika Serikat dipandang JK jadi negara yang paling sering melanggar. Dia menyebutkan beberapa momen pengeboman di beberapa negara yang disangka didalangi oleh pemerintah AS.

“Jika masalah melanggar HAM mungkin negara yang paling langgar HAM di dunia ialah Amerika. Ia mengebom negara kiri kanan tanpa ada basic, ngebom Vietnam, ngebom Syria, ngebom Irak, ngebom Libya. Itu pelanggaran HAM paling besar di dunia yang berlangsung,” sebut JK.

Oleh karenanya, bila aparat membalas aksi aktor penembakan di Papua, JK memperjelas hal tersebut tidak dapat dipandang seperti pelanggaran HAM.

“Bukan karena hanya satu korban di Papua, lalu TNI dipandang melanggar HAM. Kita bergantung prosedural apa yang kita bikin, bergantung hukum yang kita tegakkan,” katanya.

Briptu Hedar meninggal selesai disandera sekumpulan orang yang disangka KKSB, saat sedang melakukan pekerjaan penyidikan di daerah Kabupaten Pucuk, Papua.

Momen bermula waktu Hedar terlibat perbincangan dengan temannya, Bripka Alfonso, mendadak hadir sekumpulan orang serta langsung bawa Heidar.

Sesudah insiden itu, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor serta memberikan laporan momen itu ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Pucuk.