Fadli Zon Mengkritik Supaya Presiden Joko Widodo Tidak Hanya Marah Marah

Agen Casino

Fadli Zon Mengkritik Supaya Presiden Joko Widodo Tidak Hanya Marah Marah – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik supaya Presiden Joko Widodo tidak hanya marah-marah pada beberapa petinggi pembantunya tanpa ada menyarankan serta memberikan sangsi yang pasti serta tegas berkaitan kebakaran rimba serta tempat (karhutla).

Hal tersebut dia sebutkan untuk memberi respon sikap Jokowi pada beberapa pembantunya berkaitan Karhutla yang semakin meluas di daerah Pulau Sumatera serta Pulau Kalimantan akhir-akhir ini.

“Karena itu Jokowi harus berikan sangsi keras. Jangan cuma suaranya keras, marah-marahnya keras, tetapi sanksinya apa begitu lho? Ini yang saya anggap harus dibarengi. Kelak takutnya tong kosong keras bunyinya,” kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (14/8).

Presiden Jokowi sudah memerintah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melepas anak buahnya yang tidak dapat menangani karhutla.

Jokowi memperingatkan pada beberapa Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, jika ketentuan yang dianya berikan pada 2015 masalah pencopotan dari jabatan yang tidak dapat tangani karhutla masih berlaku.

“Saya tempo hari telah telephone Panglima TNI, saya meminta lepas yang tidak dapat menangani. Saya telephone tiga atau empat hari waktu lalu ke Kapolri, lepas jika tidak dapat menangani kebakaran rimba serta tempat,” kata Jokowi waktu memberi sambutan dalam Rapat Pengaturan Nasional Pengaturan Kebakaran Rimba serta Tempat 2019, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).

Fadli menjelaskan Karhutla telah seperti musibah tahunan. Kemarahan Presiden Jokowi tanpa ada dibarengi pilihan kebijaksanaan yang pasti, dikatakannya akan percuma.

“Jika contohnya hanya ngomong marah-marah tidak ada pergantian apa-apa, ya tidak ada efek namanya,” katanya

Fadli minta supaya pemerintah berani mengambil aksi tegas untuk memberi sangsi pada beberapa pembakar rimba.

Dia ikut memperingatkan supaya beberapa perusahaan yang mempunyai konsesi tempat yang terbakar bisa bertanggungjawab pada musibah kebakaran itu

“Ditambah lagi jika itu dikerjakan dengan menyengaja, dengan alasan penghematan land clearing, saya anggap membahayakan ekosistem, membahayakan keseluruhnya warga yang lain yang terserang efek atas insiden itu,” katanya.

Kebakaran rimba serta tempat di beberapa daerah Indonesia masih berlangsung sampai sekarang. Beberapa daerah di Pulau Sumatera serta Kalimantan paling kronis dirundung kebakaran rimba serta tempat.

Di Riau serta Pontianak, kebakaran rimba serta tempat sudah memunculkan musibah asap. Jarak pandang warga hanya terbatas. Bahkan juga sudah ada korban dari masyarakat yang menanggung derita infeksi aliran pernafasan kronis (ISPA).

Data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, jumlahnya pasien ISPA sampai 274.502 orang di daerah itu sepanjang periode Januari-Juni 2019 sebab dipacu karhutla.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini menjelaskan Kota Palembang jadi wilayah tertinggi jumlahnya pasien ISPA yaitu sampai 80.162 orang sepanjang periode itu.

Selanjutnya, diikuti Banyuasin dengan pasien sampai 36.871 orang, Muara Enim beberapa 35.405 orang, Musi Banyuasin 21.871 orang serta Ogan Komering Ilir 13.292 orang.

Dia menyampaikan wilayah yang paling riskan terimbas oleh kabut asap yaitu Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, serta Lahat.

“Untuk Palembang sebetulnya bukan sumber asap, tetapi jadi daerah paling kronis terimbas asap seperti yang berlangsung pada 2015 tempo hari. Arah angin dari sumber asap yaitu di OKI serta Ogan Ilir bawa asap sampai ke Palembang,” tutur Lesty, tempo hari.

Kebakaran berefek pada jam belajar siswa sekolah. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono merencanakan memundurkan jam belajar tanpa ada liburkan sekolah di kota itu sebab efek kabut asap karhutla.

“Kami akan memonitor terus perubahan keadaan udara, karena keadaan asap belum juga konstan di antara pagi, siang serta malam,” tuturnya.

Jam belajar akan dimundurkan bila pagi hari keadaan asap benar-benar pekat. Kebijaksanaan itu diaplikasikan tak perlu liburkan sekolah.